Choose Language

Nonton Bareng Film Inerie

Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health (AIPMNH) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Harian Umum Pos Kupang menggelar acara nonton bareng Film Inerie Mama yang Cantik di halaman kantor SKH Pos Kupang, Sabtu (18/4/2015) malam.

Melalui kisahnya tentang sepasang saudara kembar, Bello dan Bella dari Desa Tololela, Bajawa, Pulau Flores, film Inerie mengajak para ibu hamil untuk melahirkan di fasilitas kesehatan agar bayi lahir sehat dan ibu selamat.

Film Inerie Mama yang Cantik menceritakan, Bello yang baru pulang dari merantau, berusaha mendidik penduduk sekitarnya, terutama saudarinya Bella mengenai persalinan yang aman. Untuk meyakinkan warga, Bello mendatangi puskesmas terdekat dan meminta bidan puskesmas untuk memberi penyuluhan kepada warga di kampungnya.

Perjuangan Bello ternyata tidak sia-sia. Ketika saudarinya Bella mengalami kesakitan saat hendak melahirkan, ia berusaha meyakinkan orang tua dan suami dari saudarinya itu agar Bella dibawa ke puskesmas terdekat yakni Puskesmas Watumanu.

Dengan cara ditandu, Bella akhirnya dibawa ke puskesmas Watumanu untuk ditolong persalinannya. Meskipun sebelumnya, Bella sempat diperiksa kehamilannya dan ditolong dukun beranak.

Film Inerie disutradarai artis Lola Amaria yang telah berpengalaman di dunia perfilman tanah air. Film yang digarap bekerja sama dengan Pemerintah Australia ini dibuat di lokasi pariwisata Kampung Bena, dengan latar belakang keindahan Gunung Inerie di Kabupaten Ngada, Pulau Flores.

Film Inerie Mama yang Cantik berisi penyuluhan tentang persalinan aman dan sehat. Film juga menceritakan bahwa tingkat kematian saat proses persalinan di daerah itu sangatlah tinggi karena ibu hamil enggan pergi ke puskesmas atau rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan, tetapi umumnya dibantu oleh dukun bersalin yang tidak terlatih.

Saat film Inerie Mama yang Cantik diputar, suasana tampak tenang karena para peserta asyik mengikuti jalan cerita film yang kebanyakan mengguanakan bahasa daerah Ngada ini. Sesekali para penonton meledak tertawa ketika ada adegan yang dianggap lucu, apalagi ketika artis Mariyam Supraba yang berperan sebagai Bella dielus-elus wajahnya oleh Emanuella Tewa, pria Bajawa yang berperan sebagai Belo.

Selain adegan tersebut, beberapa adegan dalam film Inerie ini membuat para penonton tertawa. Di antaranya, ketika seorang pemain yang juga berdarah asli Kabupaten Ngada dan berperan sebagai suami Bela, ketika berbaring saat tidur malam bersama istrinya Bella, justru kepalanya miring menjauhi tubuh artis cantik Maryam Supraba, yang berperan sebagai Bella.

Yang pasti, banyak adegan menarik dalam film berdurasi 72 menit ini selain isi ceritanya, yang membuat setiap masyarakat NTT mesti menontonnya.

Manager AIPMNH (Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health), dr. Henyo Kerong, dalam sambutannya sebelum dimulai pemutaran film mengatakan, apa yang diceritakan dalam Film Inerie Mama yang Cantik sebenarnya merupakan gambaran tentang apa yang terjadi di dalam masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat NTT. Banyak ibu hamil meninggal dunia saat melahirkan karena hanya ditolong oleh dukun dan tidak ditangani di fasilitas kesehatan yang memadai.

Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Indonesia, kata dr. Henyo, masih tergolong tinggi dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Padahal seharusnya, kematian bayi dan ibu melahirkan bisa dikurangi kalau ibu hamil melahirkan di fasilitas kesehatan yang tersedia.

Karena itu, film ini perlu ditonton agar masyarakat menjadi sadar dan mau membawa ibu hamil untuk mengontrol kehamilan di bidan puskesmas dan melahirkan di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit sehingga bayi lahir sehat dan ibu selamat.

Pemimpin Perusahaan Pos Kupang, Daud Sutikno mengatakan, film ini sangat bermanfaat dan mendidik. Banyak cerita menarik yang diangkat dalam film ini.

 

This article was published in Pos Kupang, 19th April 2015 and Pos Kupang.com

                     Foto: Suasana nonton bareng di halaman Kantor Harian Pos Kupang, tanggal 18 April 2015.

                              Foto diambil dari Harian Cetak pos Kupang Edisi 19 April 2015.

 

AIPMNH is managed by Coffey on behalf of the Australian Government

Popular Download